TRAINING TEKNIK MENGELOLA KRISIS PUBLIK DAN MENGHADAPI TEKANAN MEDIA MASSA Training Krisis Publik Menurut Edelman Trust Barometer, lebih dari 60% publik mengatakan bahwa cara organisasi merespons krisis secara langsung mempengaruhi kepercayaan mereka terhadap merek atau institusi tersebut. Selain itu, riset Institute for Public Relations menunjukkan bahwa organisasi dengan strategi komunikasi krisis yang terencana mampu meminimalkan kerusakan reputasi dan menjaga kepercayaan publik lebih efektif dibanding yang tidak mempersiapkan respons yang matang.
TRAINING SOCIAL MAPPING UNTUK PROPER DAN CSR
TRAINING SOCIAL MAPPING UNTUK PROPER DAN CSR PENGERTIAN SOCIAL MAPPING UNTUK PROPER DAN CSR Social mapping adalah proses pemetaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memahami karakteristik sosial, ekonomi, dan budaya suatu komunitas atau wilayah. Dalam konteks Program Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (PROPER) serta Corporate Social Responsibility (CSR), social mapping sangat penting untuk memastikan bahwa program yang dijalankan oleh perusahaan atau organisasi relevan dan tepat sasaran. Dengan mengikuti social mapping, perusahaan dapat mengetahui kebutuhan dan masalah yang ada di masyarakat, termasuk potensi dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan operasional mereka. Informasi yang diperoleh melalui social mapping membantu perusahaan merancang program CSR yang berkelanjutan dan sesuai dengan konteks lokal, serta meningkatkan hubungan dengan masyarakat sekitar. Ini juga memastikan bahwa program PROPER yang dijalankan efektif dalam meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan kontribusi positif bagi komunitas. Selain itu, social mapping memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan antara perusahaan dan masyarakat. TUJUAN DAN MANFAAT SOCIAL MAPPING UNTUK PROPER DAN CSR Tujuan Social Mapping untuk PROPER dan CSR: Mengidentifikasi kebutuhan komunitas Social mapping membantu perusahaan memahami kebutuhan dan prioritas sosial, ekonomi, serta lingkungan di komunitas sekitar. Memetakan dampak sosial dan lingkungan Mengidentifikasi potensi dampak dari kegiatan operasional perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Menyesuaikan program CSR dengan kondisi lokal Program CSR yang dirancang berdasarkan data yang akurat dari social mapping akan lebih relevan dan efektif bagi masyarakat. Menentukan area intervensi yang tepat Social mapping membantu perusahaan memfokuskan perhatian pada area yang paling membutuhkan perhatian atau dukungan dari program CSR. Meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan Melibatkan masyarakat dalam proses social mapping memastikan bahwa suara mereka didengar dan diakomodasi dalam kebijakan CSR dan PROPER. Manfaat Social Mapping untuk PROPER dan CSR: Meningkatkan efektivitas program CSR Dengan memahami kondisi sosial dan lingkungan secara mendalam, program CSR menjadi lebih terarah dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Meminimalkan risiko konflik sosial Melalui pemetaan sosial, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi konflik dan merencanakan tindakan preventif agar hubungan dengan masyarakat tetap harmonis. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Data yang diperoleh melalui social mapping meningkatkan transparansi perusahaan dalam mengelola dan melaporkan dampak sosial serta lingkungan dari kegiatan operasional. Meningkatkan reputasi perusahaan Program CSR yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat akan meningkatkan citra dan reputasi perusahaan sebagai entitas yang peduli terhadap sosial dan lingkungan. Mendukung pencapaian tujuan PROPER Social mapping membantu perusahaan memenuhi kriteria PROPER dengan memastikan bahwa mereka mengelola dampak sosial dan lingkungan secara baik, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Mendorong keberlanjutan jangka panjang Program CSR yang berbasis pada hasil social mapping cenderung lebih berkelanjutan karena sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat, meningkatkan dampak jangka panjang yang positif. Memfasilitasi hubungan yang lebih baik dengan pemangku kepentingan Dengan melakukan pemetaan sosial, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih solid dan saling menguntungkan dengan masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya. OUTLINE MATERI SOCIAL MAPPING UNTUK PROPER DAN CSR I. Pendahuluan Definisi Social Mapping Pengertian social mapping Tujuan dan manfaat social mapping dalam konteks PROPER dan CSR Pentingnya Social Mapping untuk PROPER dan CSR Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan pemangku kepentingan Memetakan dampak sosial dan lingkungan Menyesuaikan program CSR dengan kondisi lokal II. Konsep Dasar Social Mapping Komponen Social Mapping Pemetaan sosial, ekonomi, dan budaya Identifikasi stakeholders (pemangku kepentingan) Analisis kebutuhan dan potensi komunitas Proses Social Mapping Tahapan dalam social mapping (persiapan, pengumpulan data, analisis, dan laporan) Metode pengumpulan data (survey, wawancara, observasi, dll.) III. Teknik dan Alat dalam Social Mapping Metode Kualitatif dan Kuantitatif Wawancara mendalam Focus Group Discussion (FGD) Survey sosial Penggunaan Alat Pemetaan Peta fisik dan peta sosial Alat visualisasi (GIS, diagram, dan grafik) Pengumpulan dan Analisis Data Teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif Menginterpretasi hasil mapping untuk pengambilan keputusan IV. Social Mapping dalam Konteks PROPER Tujuan Social Mapping untuk PROPER Mengidentifikasi potensi dampak sosial dan lingkungan perusahaan Menganalisis hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar Menyusun strategi untuk mengurangi dampak negatif dan meningkatkan dampak positif Implementasi Social Mapping dalam PROPER Studi kasus perusahaan yang berhasil menggunakan social mapping dalam PROPER Peran social mapping dalam mengelola dampak sosial dan lingkungan V. Social Mapping dalam Konteks CSR Tujuan Social Mapping untuk CSR Memahami kebutuhan dan harapan komunitas terkait program CSR Menentukan prioritas intervensi yang sesuai dengan kondisi sosial lokal Implementasi Social Mapping dalam CSR Menyusun program CSR yang berbasis pada hasil social mapping Menilai keberhasilan dan dampak program CSR terhadap masyarakat VI. Praktik Baik dalam Social Mapping untuk PROPER dan CSR Studi Kasus Contoh perusahaan yang berhasil menggunakan social mapping untuk merancang program CSR dan PROPER yang efektif Pembelajaran dari tantangan yang dihadapi selama proses social mapping Diskusi dan Analisis Kasus Menganalisis kasus-kasus nyata dalam implementasi social mapping dalam CSR dan PROPER Diskusi kelompok tentang tantangan yang dihadapi dalam social mapping VII. Etika dan Prinsip dalam Social Mapping Etika Pengumpulan Data Perlindungan privasi dan data pribadi masyarakat Partisipasi yang adil dan inklusif dalam proses mapping Prinsip dalam Social Mapping Keterbukaan dan transparansi Akuntabilitas dan keberlanjutan VIII. Evaluasi dan Pelaporan Hasil Social Mapping Penyusunan Laporan Social Mapping Struktur laporan social mapping Menyampaikan temuan dan rekomendasi dengan jelas dan objektif Evaluasi Keberhasilan Program CSR dan PROPER Mengukur dampak dan efektivitas program berbasis social mapping IX. Penutup Ringkasan Materi Kesimpulan tentang pentingnya social mapping dalam PROPER dan CSR Tanya Jawab Diskusi terbuka mengenai tantangan dan implementasi social mapping di dunia nyata PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SOCIAL MAPPING UNTUK PROPER DAN CSR Manajer CSR Memerlukan pengetahuan untuk merancang dan mengelola program CSR yang berbasis pada kebutuhan komunitas. Tim Pengelola PROPER Membutuhkan keterampilan untuk mengidentifikasi dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan operasional perusahaan dan menyusun strategi pengelolaannya. Staf Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (Humas) Diperlukan untuk memahami kondisi sosial masyarakat sekitar guna membangun hubungan yang lebih baik antara perusahaan dan komunitas. Konsultan CSR dan Lingkungan Memerlukan pemahaman tentang social mapping untuk menyarankan perusahaan dalam merancang program CSR yang efektif dan sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat. Tim Penanggung Jawab Lingkungan Membutuhkan keterampilan dalam melakukan social mapping untuk menilai dampak sosial dari kebijakan lingkungan perusahaan. Pemangku Kepentingan Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Membutuhkan pelatihan untuk berkolaborasi dengan perusahaan dalam merancang dan menilai program sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. Pengambil Keputusan di Perusahaan Direksi dan manajemen perusahaan
TRAINING LEADING TEAM EFFECTIVELY USING DISC
TRAINING LEADING TEAM EFFECTIVELY USING DISC Training Kepemimpinan Tim Menurut Harvard Business Review, pemimpin yang memahami gaya perilaku timnya mampu meningkatkan efektivitas kerja hingga 30% karena mampu berkomunikasi, memotivasi, dan mengelola konflik dengan lebih tepat. Model DISC, yang membagi perilaku manusia menjadi empat tipe utama (Dominance, Influence, Steadiness, Conscientiousness), terbukti membantu pemimpin menyesuaikan gaya kepemimpinan sesuai kebutuhan individu dan tim dalam konteks kerja modern.
PELATIHAN LAPORAN PERPAJAKAN CORETAX
PELATIHAN LAPORAN PERPAJAKAN CORETAX Pelatihan Coretax Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjelaskan bahwa penerapan sistem Core Tax Administration System (Coretax) bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta akurasi pelaporan pajak melalui integrasi data dan proses digital yang lebih transparan dan real time .
TRAINING CARGO MANAGEMENT AND TRANSPORTATION SYSTEM
TRAINING CARGO MANAGEMENT AND TRANSPORTATION SYSTEM PENGERTIAN TRAINING CARGO MANAGEMENT AND TRANSPORTATION SYSTEM Cargo Management and Transportation System (CMTS) adalah sistem yang digunakan untuk mengelola dan mengatur pergerakan barang dalam suatu rantai pasokan, mulai dari pengambilan barang hingga pengirimannya ke tujuan akhir. Sistem ini mencakup berbagai aspek, seperti pemantauan pengiriman, pengelolaan gudang, pemilihan rute transportasi, serta penjadwalan dan pelaporan yang tepat waktu. Mengikuti dan mengimplementasikan CMTS sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan adanya CMTS, perusahaan dapat meminimalkan risiko keterlambatan, kesalahan dalam pengiriman, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti kendaraan dan tenaga kerja. Selain itu, CMTS memungkinkan perusahaan untuk lebih transparan dalam proses pengiriman dan memberi informasi yang akurat kepada pelanggan, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing dan reputasi perusahaan di pasar. TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING CARGO MANAGEMENT AND TRANSPORTATION SYSTEM Tujuan: Meningkatkan Efisiensi Operasional: Mempermudah pengelolaan dan pemantauan pengiriman barang, sehingga proses transportasi berjalan lebih lancar dan cepat. Mengurangi Biaya: Dengan optimalisasi rute dan penggunaan sumber daya, CMTS membantu mengurangi biaya transportasi dan penyimpanan. Meningkatkan Akurasi Pengiriman: Memastikan barang sampai ke tujuan dengan tepat waktu dan kondisi yang baik, serta mengurangi kemungkinan kesalahan. Memastikan Kepatuhan Regulasi: Membantu perusahaan mematuhi peraturan dan standar industri terkait pengangkutan barang, baik lokal maupun internasional. Meningkatkan Visibilitas Rantai Pasokan: Memberikan gambaran yang lebih jelas tentang status dan lokasi barang dalam perjalanan, sehingga memudahkan pengambilan keputusan. Mempermudah Integrasi dengan Sistem Lain: Memungkinkan integrasi yang mudah dengan sistem manajemen gudang atau ERP lainnya untuk koordinasi yang lebih baik. Manfaat: Penghematan Waktu: Proses pengiriman yang lebih terorganisir dan efisien mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk setiap pengiriman. Peningkatan Kepuasan Pelanggan: Pengiriman yang tepat waktu dan akurat meningkatkan pengalaman pelanggan dan loyalitas mereka. Pengelolaan Sumber Daya yang Lebih Baik: Memungkinkan perusahaan untuk mengelola kendaraan, gudang, dan tenaga kerja dengan lebih efektif. Peningkatan Transparansi: Pelanggan dan perusahaan dapat memantau status pengiriman secara real-time, meningkatkan kepercayaan dan transparansi. Skalabilitas: Sistem ini memudahkan perusahaan untuk mengelola volume pengiriman yang lebih besar seiring dengan pertumbuhannya. Pengendalian Biaya yang Lebih Baik: Dengan pemantauan dan analisis data secara terus-menerus, perusahaan dapat mengidentifikasi area untuk penghematan biaya lebih lanjut. OUTLINE MATERI CARGO MANAGEMENT AND TRANSPORTATION SYSTEM 1. Pengenalan Cargo Management and Transportation System Definisi dan Konsep Dasar Apa itu Cargo Management? Apa itu Transportation System? Peran dan pentingnya CMTS dalam rantai pasokan global Komponen Utama CMTS Transportasi Pergudangan Pemantauan dan pelaporan Perkembangan dan Tren CMTS Inovasi teknologi dalam CMTS Sistem berbasis cloud dan otomatisasi 2. Manajemen Cargo dan Pengiriman Barang Jenis-Jenis Cargo Cargo umum vs. cargo khusus (misalnya, berbahaya, mudah rusak, besar) Pengelompokkan dan penyimpanan cargo Proses Pengiriman Cargo Prosedur pengangkutan barang Pengemasan dan penandaan cargo Dokumentasi dan Persyaratan Legal Bill of Lading (B/L), Airway Bill (AWB) Prosedur kepabeanan dan regulasi internasional 3. Sistem Transportasi dalam CMTS Jenis-Jenis Transportasi Transportasi darat: truk, kereta api Transportasi udara: pesawat cargo Transportasi laut: kapal kontainer Pemilihan Rute dan Mode Transportasi Pengaruh biaya, waktu, dan jarak dalam pemilihan moda transportasi Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan rute pengiriman Manajemen Armada dan Fleet Pemeliharaan dan pengelolaan kendaraan Penjadwalan dan optimalisasi armada 4. Teknologi dalam Cargo Management Sistem Informasi dan Perangkat Lunak CMTS ERP (Enterprise Resource Planning) dan integrasinya dengan CMTS Software manajemen transportasi (TMS) dan Warehouse Management System (WMS) Pelacakan dan Pemantauan Cargo Penggunaan RFID, GPS, dan IoT dalam pelacakan cargo Automation dan Robotika dalam Pengiriman Teknologi otomatisasi dalam gudang dan transportasi Drone dan kendaraan otonom untuk pengiriman cargo 5. Pengelolaan Gudang dalam CMTS Manajemen Gudang dan Inventaris Penataan barang dan ruang gudang Sistem pemrosesan dan pengiriman barang Teknik Penyimpanan dan Penanganan Cargo Penggunaan rak, palet, dan sistem penyimpanan lainnya Penanganan barang berbahaya dan khusus 6. Pengelolaan Risiko dan Keamanan dalam Cargo Management Risiko dalam Pengiriman Cargo Keterlambatan, kerusakan, dan kehilangan barang Risiko terkait cuaca dan bencana alam Keamanan Cargo Prosedur keamanan dalam transportasi internasional Pencegahan pencurian dan manipulasi barang Asuransi pengiriman cargo 7. Optimasi dan Efisiensi dalam Cargo Management Strategi Optimasi Rute dan Pengiriman Teknologi optimasi rute Pengelolaan beban dan kapasitas pengiriman Analisis Biaya dan Efisiensi Pengendalian biaya transportasi dan operasional Mengukur performa dan KPI dalam CMTS Sustainability dan Green Logistics Pengurangan emisi karbon dalam transportasi Pengelolaan limbah dan penggunaan bahan ramah lingkungan 8. Kepatuhan dan Standar Internasional dalam Cargo Management Regulasi dan Standar Internasional International Maritime Organization (IMO) International Air Transport Association (IATA) International Road Transport Union (IRU) Pengaruh Peraturan terhadap Proses Pengiriman Compliance dalam pengiriman internasional Pajak, bea cukai, dan regulasi perdagangan internasional 9. Studi Kasus dan Aplikasi Praktis Studi Kasus: Pengelolaan Cargo dalam Industri Tertentu Contoh kasus: pengiriman barang elektronik, barang makanan, atau barang medis Simulasi dan Praktik Pengelolaan Cargo Simulasi pengiriman dan manajemen transportasi Praktik menggunakan perangkat lunak CMTS 10. Evaluasi dan Penutupan Tantangan dan Masa Depan CMTS Trend teknologi dan perkembangan industri Adaptasi dengan perubahan pasar dan kebijakan Evaluasi Pembelajaran dan Ujian Akhir Penilaian akhir berdasarkan tugas, ujian, dan studi kasus PESERTA PELATIHAN CARGO MANAGEMENT AND TRANSPORTATION SYSTEM Manajer Logistik Bertanggung jawab untuk merencanakan, mengelola, dan mengawasi pengiriman barang, serta memastikan efisiensi dalam proses transportasi dan pergudangan. Staf Pengiriman dan Transportasi Terlibat langsung dalam koordinasi dan eksekusi pengiriman barang, membutuhkan pemahaman tentang rute, moda transportasi, dan dokumentasi yang tepat. Koordinator Pergudangan Mengelola operasi pergudangan yang berkaitan dengan penyimpanan dan pengiriman barang, perlu menguasai penggunaan sistem manajemen gudang dan optimasi ruang penyimpanan. Staf Kepabeanan dan Pengurusan Dokumen Mengelola proses bea cukai dan dokumen internasional yang diperlukan dalam pengiriman barang antar negara, serta mematuhi regulasi yang berlaku. Manajer Operasional Bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh operasi logistik dan transportasi di perusahaan, memerlukan keterampilan dalam mengoptimalkan proses dan biaya. Pengelola Armada (Fleet Manager) Mengelola kendaraan pengangkut barang dan armada transportasi perusahaan, serta bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pemilihan rute pengiriman. Analis Rantai Pasokan Membantu dalam analisis data logistik untuk mengidentifikasi area untuk peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya dalam pengiriman barang. Manajer Keamanan Bertanggung jawab atas pengawasan keamanan dalam proses pengiriman, termasuk perlindungan terhadap pencurian, kerusakan, dan ancaman lainnya. Penyedia Layanan Logistik dan Freight Forwarders Menyediakan layanan pengangkutan barang untuk klien, dan perlu memahami cara mengelola transportasi cargo secara efisien dan sesuai
TRAINING PENYUSUNAN STRUKTUR PENGGAJIAN YANG EFEKTIF SESUAI PERATURAN PEMERINTAH
TRAINING PENYUSUNAN STRUKTUR PENGGAJIAN YANG EFEKTIF SESUAI PERATURAN PEMERINTAH Training Struktur Penggajian Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dan peraturan pemerintah Indonesia, penggajian merupakan salah satu elemen utama dalam struktur biaya perusahaan, dan mekanisme perhitungan yang tidak sesuai ketentuan dapat menyebabkan sanksi administratif serta ketidakpuasan tenaga kerja. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta aturan turunan lainnya menegaskan bahwa struktur pengupahan harus mencerminkan keadilan, efisiensi, dan kepatuhan terhadap standar upah minimum, tunjangan, serta potongan yang sahih—menunjukkan pentingnya struktur penggajian yang tepat dan patuh hukum.
TRAINING ASP NET WITH C#
TRAINING ASP NET WITH C# Training ASP Net ASP.NET dengan bahasa C# masih menjadi salah satu teknologi utama dalam pengembangan aplikasi enterprise dan web skala besar. Berdasarkan Stack Overflow Developer Survey 2023, C# konsisten masuk dalam jajaran bahasa pemrograman paling banyak digunakan oleh developer profesional karena stabilitas, keamanan, dan dukungan ekosistem Microsoft yang kuat, khususnya untuk pengembangan aplikasi bisnis dan sistem informasi terintegrasi.
TRAINING HUMAN RESOURCES FOR NON HUMAN RESOURCES
TRAINING HUMAN RESOURCES FOR NON HUMAN RESOURCES PENGERTIAN TRAINING HUMAN RESOURCES FOR NON HUMAN RESOURCES Human Resources for Non-Human Resources (HR for NHR) merujuk pada pendekatan pelatihan dan pengembangan yang diperuntukkan bagi individu di luar departemen Sumber Daya Manusia (SDM), namun tetap memerlukan pengetahuan terkait manajemen sumber daya manusia dalam pekerjaan mereka. Program ini penting karena membantu meningkatkan pemahaman karyawan di berbagai departemen mengenai bagaimana mengelola hubungan kerja, komunikasi, dan perkembangan karier dengan efektif. Mengikuti pelatihan HR for NHR memungkinkan karyawan untuk memahami prinsip dasar manajemen SDM, seperti rekrutmen, pengelolaan kinerja, dan pengembangan individu. Dengan pemahaman tersebut, karyawan dapat lebih efektif dalam bekerja sama, menyelesaikan konflik, serta berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kepuasan kerja. Hal ini juga memberikan keuntungan bagi organisasi, karena membangun lingkungan kerja yang lebih harmonis dan efisien. TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING HUMAN RESOURCES FOR NON HUMAN RESOURCES Tujuan: Meningkatkan pemahaman karyawan di luar departemen SDM mengenai prinsip-prinsip dasar manajemen SDM. Membantu karyawan dalam mengelola hubungan kerja dan komunikasi dengan rekan kerja secara efektif. Menyediakan keterampilan dalam pengelolaan kinerja dan penilaian karyawan. Mengembangkan kemampuan dalam menyelesaikan konflik di tempat kerja. Membekali karyawan dengan pengetahuan untuk mendukung pengembangan karier individu. Manfaat: Meningkatkan kolaborasi antar tim dan departemen yang lebih efisien. Menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif. Memperbaiki komunikasi antar rekan kerja dan antara karyawan dengan atasan. Membantu meningkatkan kepuasan kerja dan keterlibatan karyawan. Meningkatkan kemampuan dalam mengelola situasi yang melibatkan karyawan atau manajemen SDM. Mendorong perkembangan pribadi dan profesional karyawan di luar jabatan mereka. OUTLINE MATERI HUMAN RESOURCES FOR NON HUMAN RESOURCES 1. Pengenalan Sumber Daya Manusia (SDM) Definisi dan Fungsi SDM Apa itu Sumber Daya Manusia? Fungsi utama SDM dalam organisasi Peran SDM dalam Keberhasilan Organisasi Kaitan antara SDM dan pencapaian tujuan organisasi Perbedaan antara HR dan Non-HR Roles Mengapa penting bagi semua karyawan memahami dasar-dasar SDM? 2. Proses Rekrutmen dan Seleksi Pengenalan Rekrutmen Tahapan dalam proses rekrutmen Teknik wawancara dan penilaian calon karyawan Pentingnya Seleksi yang Tepat Menghindari kesalahan dalam pemilihan karyawan Faktor yang mempengaruhi keputusan seleksi 3. Manajemen Kinerja dan Pengembangan Penilaian Kinerja Karyawan Tujuan dan manfaat penilaian kinerja Metode penilaian kinerja yang efektif Pengembangan Karyawan Program pelatihan dan pengembangan Menyusun rencana pengembangan karier karyawan Penyelesaian Masalah Kinerja Teknik memberikan umpan balik yang konstruktif Menangani masalah kinerja secara profesional 4. Pengelolaan Hubungan Kerja Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja Teknik komunikasi untuk meningkatkan hubungan antar tim Mengatasi hambatan komunikasi Manajemen Konflik di Tempat Kerja Identifikasi penyebab konflik Strategi penyelesaian konflik secara efektif Kepemimpinan dan Pengaruh dalam Tim Kepemimpinan tanpa wewenang formal Mengembangkan kemampuan kepemimpinan 5. Pemahaman Tentang Hukum Ketenagakerjaan Dasar-Dasar Hukum Ketenagakerjaan Pengenalan tentang hak-hak karyawan dan kewajiban perusahaan Regulasi yang perlu dipahami oleh setiap karyawan Peran Non-HR dalam Mematuhi Regulasi Tanggung jawab karyawan dalam mematuhi ketentuan hukum Menghindari pelanggaran hukum ketenagakerjaan 6. Pengelolaan Kesejahteraan Karyawan Program Kesejahteraan Karyawan Pengenalan tentang tunjangan dan fasilitas kesejahteraan Mengapa kesejahteraan karyawan penting? Mengelola Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-Life Balance) Praktik terbaik untuk menciptakan keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi 7. Etika dan Integritas dalam Manajemen SDM Pentingnya Etika dalam SDM Etika dasar dalam pengelolaan karyawan Integritas dalam Keputusan SDM Menjaga transparansi dan keadilan dalam setiap keputusan terkait karyawan 8. Evaluasi dan Penyempurnaan Proses HR Mengukur Efektivitas Kebijakan SDM Teknik evaluasi untuk program SDM Continuous Improvement dalam Manajemen SDM Strategi perbaikan berkelanjutan di bidang SDM Mempersiapkan Feedback dan Saran untuk Peningkatan SDM 9. Studi Kasus dan Simulasi Analisis Kasus Dunia Nyata Diskusi tentang studi kasus terkait tantangan manajemen SDM Simulasi Proses SDM Role play atau simulasi untuk menghadapi skenario tertentu dalam pengelolaan SDM 10. Penutupan dan Tinjauan Ulang Rekapitulasi Materi Mengulas kembali poin-poin penting yang dipelajari Tanya Jawab dan Diskusi Terbuka Kesempatan bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman Langkah Selanjutnya dalam Pengembangan Diri Menyusun rencana pengembangan diri terkait manajemen SDM PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN HUMAN RESOURCES FOR NON HUMAN RESOURCES Manajer dan Supervisor Membantu mereka dalam mengelola kinerja tim dan mengembangkan potensi karyawan. Karyawan yang Memiliki Tanggung Jawab Pengelolaan Tim Termasuk pemimpin proyek atau ketua tim yang membutuhkan pemahaman dasar mengenai pengelolaan SDM. Staf Administrasi Meningkatkan pemahaman tentang manajemen SDM dalam tugas administratif, seperti pengelolaan absensi dan tunjangan karyawan. Karyawan yang Terlibat dalam Rekrutmen Memahami teknik seleksi dan wawancara untuk memilih calon karyawan yang tepat. Karyawan yang Terlibat dalam Penilaian Kinerja Memberikan pengetahuan tentang cara mengelola penilaian kinerja yang objektif dan konstruktif. Pimpinan Departemen atau Divisi Membutuhkan pemahaman tentang kebijakan dan prosedur SDM untuk mendukung manajemen sumber daya manusia dalam divisi mereka. Tim Pengembangan Organisasi Membantu mereka dalam merancang program pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan karyawan. HR Business Partner Memerlukan pemahaman mengenai pengelolaan karyawan dan peran mereka dalam mendukung fungsi HR di organisasi. Karyawan Baru Memberikan dasar pemahaman mengenai budaya organisasi, peran HR, serta pentingnya hubungan kerja yang baik. Karyawan yang Terlibat dalam Resolusi Konflik Memahami teknik penyelesaian konflik dan pengelolaan hubungan antar karyawan. PEMATERI/ TRAINER Pelatihan Human Resources For Non Human Resources Bandung ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. JADWAL TRAINING TERBARU DI TAHUN 2026 Januari Februari Maret April 6 – 7 Januari 2026 13 – 14 Februari 2026 5 – 6 Maret 2026 24 – 25 April 2026 Mei Juni Juli Agustus 21 – 22 Mei 2026 11 – 12 Juni 2026 16 – 17 Juli 2026 20 – 21 Agustus 2026 September Oktober November Desember 17 – 18 September 2024 8 – 9 Oktober 2026 12 – 13 November 2026 17 – 18 Desember 2026 Peserta dapat pesan / customize jadwal pelaksanaan training selain tanggal yang sudah kami agendakan. Informasi dan Pendaftaran Training Silahkan konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda kepada kami. Apabila ingin mengikuti Pelatihan Hukum Ketenagakerjaan Bali segera hubungi marketing representatif kami dibawah ini. Dapatkan promo menarik dan update jadwal training terbaru. Mari bersinergi dan berkembang bersama kami Informasi lebih lanjut Customer Service : +62 822-9767-5557 (Available WhatsApp) email : cro.suryatraining@gmail.com Admin : +6282297675557
TRAINING ADVANCED PERJALANAN DINAS
TRAINING ADVANCED PERJALANAN DINAS Training Perjalanan Dinas Pengelolaan perjalanan dinas yang tidak efektif dapat menyebabkan pemborosan biaya operasional hingga 20–30% akibat klaim tidak sesuai, perencanaan lemah, dan kurangnya pengendalian internal. Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam berbagai laporan hasil pemeriksaan menegaskan bahwa perjalanan dinas merupakan salah satu pos belanja yang paling rawan ketidakefisienan dan penyimpangan apabila tidak dikelola dengan sistem dan prosedur yang kuat.
TRAINING PLC ALLEN BRADLEY
TRAINING PLC ALLEN BRADLEY Training Teknisi Otomasi Dalam dunia otomasi industri modern, Programmable Logic Controller (PLC) menjadi tulang punggung kendali proses produksi. Menurut International Society of Automation (ISA), penggunaan PLC meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kendali hingga lebih dari 50% dibandingkan kendali manual. Allen-Bradley, sebagai salah satu PLC terpopuler di industri, banyak digunakan di sektor manufaktur, minyak & gas, hingga pertambangan karena kemampuannya integratif, fleksibel, dan kuat dalam operasi industri berat.