TRAINING PENYELESAIAN KONFLIK DAN SENGKETA LAHAN
PENGERTIAN TRAINING PENYELESAIAN KONFLIK DAN SENGKETA LAHAN
Penyelesaian konflik dan sengketa lahan merupakan suatu proses yang sangat penting dalam menjaga kestabilan sosial dan ekonomi di masyarakat. Konflik lahan seringkali muncul akibat tumpang tindih kepemilikan atau klaim atas tanah, baik di sektor pertanian, perumahan, maupun industri. Penyelesaian sengketa lahan yang efektif membantu mengurangi ketegangan antar individu atau kelompok dan mencegah terjadinya konflik yang lebih besar. Selain itu, penyelesaian yang adil dan transparan juga dapat menciptakan kejelasan hak atas tanah, meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Mengikuti proses penyelesaian sengketa lahan dengan tepat adalah langkah penting untuk mencapai keadilan, kesejahteraan sosial, dan stabilitas ekonomi di masyarakat.

TUJUAN DAN MANFAAT TRAINING PENYELESAIAN KONFLIK DAN SENGKETA LAHAN
Tujuan:
- Mencapai penyelesaian yang adil dan transparan – Menjamin bahwa pihak yang terlibat mendapatkan hak mereka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
- Mengurangi ketegangan sosial – Menghindari terjadinya eskalasi konflik yang bisa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
- Menjaga stabilitas hukum – Memastikan bahwa proses hukum dilaksanakan dengan baik dan sah di mata hukum.
- Memberikan kejelasan status kepemilikan – Menyelesaikan masalah klaim ganda atau sengketa atas hak kepemilikan tanah.
- Mendorong mediasi dan negosiasi – Memfasilitasi dialog antar pihak yang bersengketa untuk menemukan solusi terbaik.
Manfaat:
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat – Proses yang adil dan transparan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum dan pemerintah.
- Mencegah kerugian ekonomi – Menghindari kerugian materiil yang dapat timbul akibat ketidakjelasan status tanah atau konflik berlarut-larut.
- Mengurangi beban sosial – Menghindari terjadinya perpecahan sosial atau kerusuhan yang disebabkan oleh konflik lahan.
- Mendorong pembangunan berkelanjutan – Penyelesaian yang jelas membuka peluang bagi penggunaan lahan yang lebih produktif dan terencana.
- Melindungi hak-hak individu atau kelompok – Memberikan perlindungan hukum kepada pihak yang sah dalam kepemilikan atau penggunaan lahan.
OUTLINE MATERI PENYELESAIAN KONFLIK DAN SENGKETA LAHAN
I. Pendahuluan
- Pengertian Konflik dan Sengketa Lahan
- Definisi konflik dan sengketa lahan
- Penyebab umum sengketa lahan
- Dampak dari konflik dan sengketa lahan terhadap individu dan masyarakat
- Pentingnya Penyelesaian Konflik dan Sengketa Lahan
- Tujuan penyelesaian sengketa
- Manfaat penyelesaian konflik dan sengketa lahan bagi masyarakat dan negara
II. Aspek Hukum dalam Sengketa Lahan
- Dasar Hukum Sengketa Lahan
- Undang-undang yang mengatur sengketa lahan
- Peraturan pemerintah terkait pengelolaan dan pemanfaatan tanah
- Prosedur hukum penyelesaian sengketa lahan di Indonesia
- Hak atas Tanah
- Jenis-jenis hak atas tanah (hak milik, hak sewa, hak pakai, dll.)
- Proses pengalihan hak atas tanah
- Konflik terkait hak atas tanah
III. Teknik Penyelesaian Sengketa Lahan
- Penyelesaian Secara Non-Litigasi (Alternatif)
- Mediasi
- Negosiasi
- Arbitrase
- Konsiliasi
- Keuntungan dan kelemahan metode non-litigasi
- Penyelesaian Secara Litigasi (Pengadilan)
- Proses penyelesaian sengketa di pengadilan
- Jenis pengadilan yang berwenang menangani sengketa lahan
- Keuntungan dan kelemahan penyelesaian sengketa melalui pengadilan
- Penyelesaian Melalui Lembaga Penyelesaian Sengketa
- Lembaga terkait penyelesaian sengketa tanah (BPN, Lembaga Penyelesaian Sengketa Tanah, dll.)
- Prosedur penyelesaian sengketa melalui lembaga tersebut
IV. Studi Kasus
- Contoh Kasus Sengketa Lahan
- Analisis kasus-kasus sengketa lahan yang terkenal di Indonesia
- Pembelajaran dari penyelesaian sengketa lahan yang sukses dan gagal
- Simulasi Penyelesaian Sengketa Lahan
- Skenario sengketa lahan dan solusi yang dapat diterapkan
- Diskusi kelompok tentang cara terbaik untuk menyelesaikan sengketa
V. Etika dan Praktik Terbaik dalam Penyelesaian Sengketa Lahan
- Prinsip-prinsip Penyelesaian Sengketa
- Keadilan
- Transparansi
- Kesepakatan bersama
- Pemenuhan hak asasi manusia dalam penyelesaian sengketa
- Etika dalam Penyelesaian Sengketa Lahan
- Menghormati hak dan pendapat semua pihak
- Menghindari tindakan kekerasan atau ancaman
- Penggunaan bahasa yang sopan dan profesional
VI. Penutupan
- Ringkasan Materi
- Penyelesaian konflik dan sengketa lahan yang efektif dan efisien
- Peran penting mediator, pihak terkait, dan sistem hukum dalam penyelesaian sengketa lahan
- Evaluasi dan Ujian
- Pertanyaan diskusi
- Tugas akhir atau ujian terkait penyelesaian sengketa lahan
PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN PENYELESAIAN KONFLIK DAN SENGKETA LAHAN
- Pejabat Pemerintah Daerah
- Memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan dan penyelesaian sengketa lahan di wilayahnya.
- Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
- Bertugas dalam pembuatan akta tanah dan pemindahan hak atas tanah yang dapat berisiko timbulnya sengketa.
- Penyuluh Hukum
- Membantu memberikan informasi hukum terkait sengketa tanah kepada masyarakat.
- Advokat atau Pengacara
- Membutuhkan pengetahuan mendalam untuk menangani kasus sengketa lahan di pengadilan.
- Pengelola Lahan dan Pengusaha Properti
- Mengelola tanah untuk tujuan pembangunan, investasi, atau sektor pertanian yang berisiko menghadapi sengketa lahan.
- Pekerja Sosial dan Mediator
- Terlibat dalam mediasi dan penyelesaian konflik antara pihak yang bersengketa secara damai.
- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang Fokus pada Hak Tanah
- Membantu masyarakat atau kelompok tertentu dalam memediasi sengketa atau mengadvokasi hak atas tanah.
- Akademisi atau Peneliti
- Mempelajari isu-isu terkait sengketa lahan, hak atas tanah, dan penyelesaian sengketa dalam konteks hukum dan sosial.
- Masyarakat yang Terlibat dalam Sengketa Lahan
- Individu atau kelompok yang langsung terlibat dalam konflik lahan dan membutuhkan pemahaman untuk menyelesaikannya.
- Badan Pertanahan Nasional (BPN)
- Bertanggung jawab dalam pendaftaran tanah dan penyelesaian sengketa yang berkaitan dengan administrasi pertanahan.
PEMATERI/ TRAINER
Pelatihan Penyelesaian Konflik Dan Sengketa Lahan Bandung ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing.
JADWAL TRAINING TERBARU DI TAHUN 2026
| Januari | Februari | Maret | April |
| 6 – 7 Januari 2026 | 13 – 14 Februari 2026 | 5 – 6 Maret 2026 | 24 – 25 April 2026 |
| Mei | Juni | Juli | Agustus |
| 21 – 22 Mei 2026 | 11 – 12 Juni 2026 | 16 – 17 Juli 2026 | 20 – 21 Agustus 2026 |
| September | Oktober | November | Desember |
| 17 – 18 September 2024 | 8 – 9 Oktober 2026 | 12 – 13 November 2026 | 17 – 18 Desember 2026 |
Peserta dapat pesan / customize jadwal pelaksanaan training selain tanggal yang sudah kami agendakan.
Informasi dan Pendaftaran Training
Silahkan konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda kepada kami. Apabila ingin mengikuti Pelatihan Litigasi Bali segera hubungi marketing representatif kami dibawah ini. Dapatkan promo menarik dan update jadwal training terbaru. Mari bersinergi dan berkembang bersama kami
Informasi lebih lanjut
Customer Service : +62 822-9767-5557 (Available WhatsApp)
email : cro.suryatraining@gmail.com
FAQ tentang DiklatBandung.com A : Berapa minimal running pelatihan ini ?
Q : Pelatihan ini akan running idealnya minimal dengan 3 peserta
A : Apakah bisa jika saya hanya ingin pelatihan sendiri aja / private course ?
Q : Bisa, kami akan membantu menyelenggarakan pelatihan 1 hari jika ada persetujuan dari klien
A : Dimana saja pelatihan biasanya di selenggarakan?
Q : Pelatihan kami selenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Lombok dan beberapa negara seperti Singapore dan Malaysia
A : Apakah bisa diselenggarakan selain di kota lain?
Q : Penyelenggaraan pelatihan bisa diadakan di kota lain dengan minimal kuota 5 orang setiap kelas
A : Apakah bisa juga diselenggarakan secara IHT/ In House Training di Perusahaan klien ?
Q : Bisa diselenggarakan secara IHT di Perusahaan klien
A : Apakah jadwal bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien ?
Q : Jadwal pelatihan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan klien. Namun konfirmasi minimal 2 minggu sebelum pelaksaan pelatihan.



