TRAINING EVALUASI PROGRAM PPM PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN METODE SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI)
PENGERTIAN EVALUASI PROGRAM PPM PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN METODE SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI)
Evaluasi program PPM (Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat) di sektor pertambangan merupakan salah satu upaya penting untuk mengukur dampak sosial yang dihasilkan oleh kegiatan perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Salah satu metode yang efektif untuk melakukan evaluasi ini adalah Social Return on Investment (SROI), yang mengukur nilai sosial yang tercipta dari investasi sosial perusahaan. Metode ini tidak hanya menghitung manfaat finansial, tetapi juga memperhitungkan perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terjadi akibat program tersebut. Menggunakan SROI dalam evaluasi program PPM penting karena memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang sejauh mana perusahaan telah memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan mengukur dampak sosial secara kuantitatif, perusahaan dapat menilai efektivitas program, memperbaiki strategi pelaksanaan, dan memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, penggunaan SROI juga membantu perusahaan untuk membangun citra positif di mata publik dan pemangku kepentingan, serta menunjukkan tanggung jawab sosial yang transparan dan terukur.

TUJUAN DAN MANFAAT EVALUASI PROGRAM PPM PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN METODE SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI)
Tujuan Mengikuti Evaluasi Program PPM Menggunakan Metode SROI:
- Mengukur Dampak Sosial: Untuk mengetahui sejauh mana program PPM memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar, baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
- Mengevaluasi Efektivitas Program: Untuk menilai sejauh mana tujuan program tercapai dan apakah manfaat yang dihasilkan sesuai dengan tujuan awal yang ditetapkan.
- Mengidentifikasi Area Perbaikan: Untuk menemukan kekurangan atau area yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program, guna meningkatkan efektivitas di masa depan.
- Memastikan Pengelolaan Sumber Daya yang Optimal: Untuk menilai apakah sumber daya yang digunakan dalam program memberikan hasil yang optimal sesuai dengan investasi sosial yang dikeluarkan.
- Memperkuat Akuntabilitas: Untuk memberikan bukti yang jelas dan terukur tentang kontribusi sosial perusahaan terhadap masyarakat, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Manfaat Mengikuti Evaluasi Program PPM Menggunakan Metode SROI:
- Meningkatkan Citra Perusahaan: Menunjukkan kepada publik dan pemangku kepentingan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memberikan dampak sosial yang positif dan terukur, membangun reputasi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab.
- Memperoleh Informasi yang Berharga untuk Pengambilan Keputusan: Memberikan data yang konkret dan terukur mengenai hasil dari program PPM, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih baik di masa depan.
- Meningkatkan Hubungan dengan Pemangku Kepentingan: Memberikan bukti konkret yang dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar, pemerintah, dan pihak lain yang terlibat.
- Menunjukkan Nilai Tambah Sosial: Menghitung nilai sosial yang dihasilkan oleh program, memberikan gambaran tentang manfaat yang mungkin tidak terlihat dari segi finansial namun sangat penting bagi masyarakat.
- Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Program: Membantu perusahaan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan penggunaan anggaran serta sumber daya dalam program, sehingga hasil yang dicapai lebih maksimal.
- Mendukung Kepatuhan terhadap Regulasi: Membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan regulasi yang mengharuskan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan bukti yang terukur.
- Menunjang Keberlanjutan Program: Dengan evaluasi yang jelas, perusahaan dapat merencanakan langkah-langkah keberlanjutan program jangka panjang yang lebih tepat sasaran.
OUTLINE MATERI EVALUASI PROGRAM PPM PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN METODE SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI)
I. Pengenalan Program PPM Pertambangan
- Definisi dan Tujuan PPM Pertambangan
- Pemberdayaan masyarakat sekitar melalui program sosial.
- Program pengembangan masyarakat dalam konteks pertambangan.
- Pentingnya PPM dalam Industri Pertambangan
- Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dampak positif terhadap masyarakat.
- Relasi perusahaan dengan pemangku kepentingan lokal dan pemerintah.
- Contoh Program PPM di Sektor Pertambangan
- Studi kasus program PPM yang sukses di industri pertambangan.
II. Konsep Dasar Social Return on Investment (SROI)
- Pengertian SROI
- Definisi dan prinsip dasar SROI.
- Perbedaan antara SROI dengan metode evaluasi tradisional (misalnya ROI, Cost-Benefit Analysis).
- Komponen-komponen dalam SROI
- Input: Sumber daya yang dikeluarkan (misalnya dana, tenaga kerja, bahan baku).
- Output: Hasil langsung dari program (misalnya pelatihan, akses pendidikan).
- Outcome: Dampak jangka menengah dan panjang terhadap masyarakat.
- Impact: Perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dapat diukur.
- Proses Penghitungan SROI
- Langkah-langkah dalam melakukan perhitungan SROI.
- Pengumpulan data dan analisis kuantitatif serta kualitatif.
- Menghitung nilai sosial dari hasil program PPM.
III. Implementasi SROI dalam Evaluasi Program PPM
- Identifikasi Stakeholder
- Pemetaan pemangku kepentingan terkait program PPM.
- Menentukan dampak yang relevan bagi masing-masing pemangku kepentingan.
- Pengumpulan Data
- Metode pengumpulan data untuk menghitung SROI: survei, wawancara, focus group discussion (FGD), observasi.
- Pengukuran hasil dan dampak sosial secara kualitatif dan kuantitatif.
- Perhitungan dan Analisis SROI
- Menggunakan formula SROI untuk menghubungkan input, output, dan outcome dengan nilai sosial.
- Perhitungan rasio SROI dan interpretasi hasil.
- Menggunakan SROI untuk Perbaikan Program
- Bagaimana hasil SROI dapat digunakan untuk mengidentifikasi area perbaikan dalam program PPM.
- Membuat rekomendasi berbasis hasil SROI untuk peningkatan efektivitas dan keberlanjutan program.
IV. Studi Kasus: Evaluasi Program PPM dengan Metode SROI
- Studi Kasus 1: Evaluasi Program PPM Pertambangan di Daerah A
- Langkah-langkah yang diambil dalam evaluasi menggunakan SROI.
- Hasil dan dampak yang diukur serta perbandingan nilai sosial yang tercipta.
- Studi Kasus 2: Evaluasi Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
- Fokus pada program peningkatan ekonomi masyarakat lokal melalui PPM.
- Menggunakan SROI untuk mengukur manfaat sosial dan ekonomi.
V. Tantangan dan Solusi dalam Evaluasi Menggunakan SROI
- Tantangan dalam Pengumpulan Data
- Keterbatasan data dan keakuratan informasi.
- Solusi untuk mengatasi kendala pengumpulan data di lapangan.
- Keterbatasan dalam Mengukur Dampak Sosial
- Kesulitan dalam mengukur dampak sosial yang bersifat kualitatif.
- Pendekatan untuk mengatasi tantangan dalam pengukuran dampak jangka panjang.
- Keterlibatan Stakeholder dalam Proses Evaluasi
- Pentingnya keterlibatan pemangku kepentingan dalam seluruh proses evaluasi.
- Cara melibatkan masyarakat dan pemerintah untuk memberikan umpan balik yang berguna.
VI. Menerapkan Hasil Evaluasi SROI untuk Meningkatkan Program PPM
- Strategi untuk Mengoptimalkan Dampak Sosial
- Menggunakan hasil SROI untuk mendesain program yang lebih efektif dan efisien.
- Penyusunan rencana tindak lanjut dan rekomendasi untuk perbaikan program.
- Meningkatkan Keberlanjutan Program
- Bagaimana SROI dapat membantu merancang program yang berkelanjutan.
- Mempromosikan keberlanjutan melalui investasi sosial yang lebih bijak.
- Pelaporan Hasil Evaluasi kepada Pemangku Kepentingan
- Menyusun laporan evaluasi SROI yang dapat dipahami oleh pemangku kepentingan internal dan eksternal.
- Teknik komunikasi hasil evaluasi dengan pemangku kepentingan (investor, pemerintah, masyarakat).
VII. Penutup
- Rekapitulasi Materi
- Ringkasan konsep dan aplikasi SROI dalam evaluasi program PPM pertambangan.
- Diskusi dan Tanya Jawab
- Menyediakan waktu bagi peserta untuk bertanya dan berdiskusi tentang penerapan SROI dalam konteks spesifik mereka.
- Sertifikat dan Penutupan
- Penutupan kursus dan pemberian sertifikat kepada peserta.
PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN EVALUASI PROGRAM PPM PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN METODE SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI)
- Manajer CSR (Corporate Social Responsibility)
- Bertanggung jawab untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program PPM perusahaan.
- Tim Pengelola Program PPM
- Anggota tim yang terlibat langsung dalam implementasi dan pengelolaan program pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi tambang.
- Analis Sosial dan Lingkungan
- Profesional yang fokus pada analisis dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas pertambangan dan program PPM yang dijalankan.
- Tim Evaluasi dan Audit
- Tim yang melakukan evaluasi terhadap kinerja program PPM dan ingin mengukur dampaknya secara lebih terstruktur dan terukur menggunakan SROI.
- Staf Penghubung dengan Komunitas Lokal
- Personel yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar dan ingin memahami bagaimana program PPM berdampak pada mereka.
- Pihak Manajemen Perusahaan Pertambangan
- Eksekutif atau manajer senior yang perlu memahami bagaimana program PPM mereka berkontribusi terhadap keberlanjutan perusahaan dan citra sosialnya.
- Pemerintah Daerah dan Regulator
- Pejabat pemerintah yang terlibat dalam perencanaan dan pengawasan program CSR atau PPM di industri pertambangan.
- Konsultan Pemberdayaan Masyarakat
- Konsultan yang membantu perusahaan dalam merancang dan mengevaluasi program PPM dan ingin memanfaatkan metode SROI dalam pekerjaan mereka.
- Organisasi Non-Profit yang Bekerja dengan Komunitas Tambang
- Lembaga atau organisasi yang bekerja dalam pemberdayaan masyarakat dan dapat memanfaatkan SROI untuk menilai dampak program yang mereka jalankan.
- Pendidik atau Akademisi di Bidang CSR atau Pemberdayaan Masyarakat
- Dosen atau peneliti yang ingin memperkenalkan metode SROI kepada mahasiswa atau masyarakat akademik sebagai bagian dari studi CSR dan pembangunan sosial.
- Investor dan Pemangku Kepentingan Keuangan
- Pihak yang berkepentingan dengan kinerja sosial dan keberlanjutan perusahaan dalam konteks pertambangan dan ingin memahami lebih dalam tentang dampak sosial program PPM.
- Anggota Komunitas Lokal
- Anggota masyarakat yang terlibat dalam program PPM dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana dampak sosial dari program dapat diukur dan ditingkatkan.
PEMATERI/ TRAINER
Pelatihan Evaluasi Program Ppm Pertambangan Menggunakan Metode Social Return On Investment (Sroi) Bandung ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing.
JADWAL TRAINING TERBARU DI TAHUN 2026
| Januari | Februari | Maret | April |
| 6 – 7 Januari 2026 | 13 – 14 Februari 2026 | 5 – 6 Maret 2026 | 24 – 25 April 2026 |
| Mei | Juni | Juli | Agustus |
| 21 – 22 Mei 2026 | 11 – 12 Juni 2026 | 16 – 17 Juli 2026 | 20 – 21 Agustus 2026 |
| September | Oktober | November | Desember |
| 17 – 18 September 2024 | 8 – 9 Oktober 2026 | 12 – 13 November 2026 | 17 – 18 Desember 2026 |
Peserta dapat pesan / customize jadwal pelaksanaan training selain tanggal yang sudah kami agendakan.
Informasi dan Pendaftaran Training
Silahkan konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda kepada kami. Apabila ingin mengikuti Pelatihan Pertambangan Bali segera hubungi marketing representatif kami dibawah ini. Dapatkan promo menarik dan update jadwal training terbaru. Mari bersinergi dan berkembang bersama kami
Informasi lebih lanjut
Customer Service : +62 822-9767-5557 (Available WhatsApp)
email : cro.suryatraining@gmail.com
FAQ tentang DiklatBandung.com A : Berapa minimal running pelatihan ini ?
Q : Pelatihan ini akan running idealnya minimal dengan 3 peserta
A : Apakah bisa jika saya hanya ingin pelatihan sendiri aja / private course ?
Q : Bisa, kami akan membantu menyelenggarakan pelatihan 1 hari jika ada persetujuan dari klien
A : Dimana saja pelatihan biasanya di selenggarakan?
Q : Pelatihan kami selenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Lombok dan beberapa negara seperti Singapore dan Malaysia
A : Apakah bisa diselenggarakan selain di kota lain?
Q : Penyelenggaraan pelatihan bisa diadakan di kota lain dengan minimal kuota 5 orang setiap kelas
A : Apakah bisa juga diselenggarakan secara IHT/ In House Training di Perusahaan klien ?
Q : Bisa diselenggarakan secara IHT di Perusahaan klien
A : Apakah jadwal bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien ?
Q : Jadwal pelatihan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan klien. Namun konfirmasi minimal 2 minggu sebelum pelaksaan pelatihan.


